Kamis, 04 Maret 2010

32 Cara Berbakti kepada Orang Tua

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan
“Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang
mulia.

2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada
makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.

3. Lemah lembutlah kepada kedua
orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang
sinis.

4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu
tanpa seizin mereka.

5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa
diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta
bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.

6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.

7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya
ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang
asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).

8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula
setelah mereka telah wafat.

9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah
ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.

10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu
kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka.
Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan
kepada mereka berdua.

11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.

12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.

13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara
yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan
janganlah putus komunikasi dengan mereka.

14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan
istirahat mereka.

15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.

16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan)
makanan dan minuman.

17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka
mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.

18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka
berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga
kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.

19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan
kakimu di hadapan mereka karena sombong.

20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau
seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan
mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.

21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh.
Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana
engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang
tua.

22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka.
Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi.
Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik
anak-anakmu.

23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan
ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.

24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau
akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau
memperlakukan kedua orangtuamu.

25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan
berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak
memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan
mereka berdua.

26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua
orangtuamu.

27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri)
memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk
menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak
secara diam-diam.

28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai
penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar,
namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.

29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau
perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah
sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.

30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka
berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.

31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang
tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia
mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu
seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat.
Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan
mengucapkan,
“Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka
berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar