Pagi itu cerah di desaku, mereka bejalan menuju ke ladang bersiap untuk bekerja, dengan membawa perlengkapannya. Mereka menanam untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Mereka merawatnya tanaman itu seperti mereka merawat anak-anaknya. Hangatnya pagi kemudian berubah menjadi panas siang. Keringat mereka pun bercucuran, tangannya yang berlumpur tanah dia jadikan untuk menyeka keringatnya. Kulitnya yang berubah gelap terkena sinar matahari yang panas, mereka tak pedulikan itu. Dia tetap tersenyum, tepat semangat demi anak-anak nya untuk masa depan anak-anak nya. Panas nya siang seketika berubah menjadi mendung, hujan pun turun. Mereka tidak menghiraukannya. Keringat yang panas pun terbasuh oleh air hujan. Mereka tetap kuat, tetap tersenyum demi anak-anak nya. Adzan pun berkumandang mereka pulang dengan keadaan kotor penuh lumpur tanah, mereka tetap tersenyum pada anak-anak nya. Merekapun membersihkan tubuhnya untuk melakuakan ibadah sholat. Dalam do’anya mereka memohon kepada Alloh SWT agar anak-anak menjadi anak yang sholeh, berbakti pada orang tua dan cerdas.
Mereka duduk sebentar untuk menghilangkan sedikit kekelahannya di meja makan. Setelah tu merekapun bekerja kembali untuk mendapatkan rizqi yang halal yang bersih untuk anak-anaknya. Mereka tidak menginginkan makanan yang dimakan anak-anaknya adalah makanan haram, Mereka sungguh menjaga dari semua itu.
Senja itu berganti malam meraka sudah siap dirumah berkumpul dengan anak-anaknya. Sambil melepaskan lelah, mereka berpesan kepada anak-anak nya “Nak! Ingatlah pesen dari kami, jangan pernah menyerah dengan keadaan, berusahalah untuk menjadi yang terbaik, kalian harus bisa jadi “wong”. Orang yang mampu berfikir sebelum bertindak, orang yang mau berubah menuju ke kebaikan, orang yang selalu tersenyum dan kuat menghadapi cobaan. Jangan mengeluh tapi berusahalah untuk keluar dari masalah itu, Ingat itu Nak”...“IngsyaAlloh “ sambut anak-anak nya.
Mereka itu siapa ?.....
Mereka sungguh kuat, mereka selalu semangat, mereka selalu tersenyum dikala cobaan menghadang, mereka melewatinya dengan senyuman dan ketabahan….
Mereka itu siapa ?......
Mereka itu adalah Orang yang sangat aku cintai, akau sayang padanya, mereka selalu kurindukan. Jika aku teringat mereka tak kuasa air mata ini mengalir karna aku sangat merindukannya, aku sangat mencintainya, sampai kapanpun………
Mereka itu adalah Ummi dan Abi…..aku mencintai kalian, ku selalu rindu pada kalian.
kau mencintaiku
seperti matahari mencintai titah tuhannya
tak pernah lelah membagi cerah cahaya
tak pernah lelah membagi cerah cahaya
tak pernah lelah menghangatkan jiwa (Novel “KCB”)
(Aku Sungguh Sangat mencintaimu ……….Ummi dan Abi)
Jangan menangis…
Jangan bersedih ini hanya cobaan dari Alloh SWT.
Mulut ini tak bisa terucap kata-kata, terkunci untuk membantah perintah-perintahmu. Tapi hati ini kan selalu berdo’a kepada Alloh SWT agar engkau selalu diberikan kesehatan lahir dan bathin.
Mulut ini tak bisa mengucapkan kata-kata pujian kepada mu karna terlalu banyak jasa-jasa mu, tapi aku akan selalu memberikan kebanggaan kepada mu.
Dalam sepi dan sedihku kau selalu datang
Memelukku, menciumku, menghangatkan tubuh ini
Tak ku lupakan semua karna engkau pembesar hatiku
Kau selalu tegar dikala cobaan menghadang
Kau mengantarku sampai kesini
Ke tempat tujuan di kakimu aku bersujud
Tak pernah lelah engkau mencucurkan keringatmu demi Ku
Ketika dalam gelap engkau datang dengan cahaya terang
Kau mengendongku, menuntunku, mengantarku ketempat yang benar
Kau tetap tersenyum di hadapan Ku
Kau ku cintai, ku sayangi sampai raga ini tak bernyawa (by.efull)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar